Hello, welcome to my blog. Disini kamu-kamu bisa ngebaca tentang tulisan aku, dari kehidupan ku sehari-hari, kesukaan ku, pokoknya semuanya deh numpuk jadi satu disini. Pokoknya buat kalian yang udah ngebuka and ngebaca my blog thank’s yah atas kunjungannya.

Selasa, 22 Februari 2011

Duni Ini Tak Sempurna

| |

          “ma, ade lapar” seorang anak kecil mengadu pada ibunya karna dari 3 hari yang lalu ia belum makan.
          “sabar yah nak, mama belum punya uang buat beli makan. Ade tidur aja yah supaya laparnya nggak terasa” pinta ibunya sambil mengelus kepala anak laki-lakinya.
          “tapi ade lapar ma, disini juga dingin ma” pinta anak itu lagi.
          “tapi mama belum punya uang nak, kita tidur disini saja dulu siapa tau ada orang yang dermawan memberi kita makan nak” pinta ibunya kepada anak itu.
          “ma, kenapa kita harus tidur disini? Kenapa kita nggak pulang kerumah aja ma?” pinta suara kecil itu yang berbaur dengan tetesan hujan dimalam itu.
          “kita nggak bisa pulang ke rumah nak” sahut ibunya.
          “kenapa ma?” Tanya anak itu.
          “mama nggak punya uang untuk membayar kontrakan jadi kita harus pergi nak dari rumah, tapi mama janji kalo mama dapat rezeki kita pasti kembali kerumah yah? Sekarang ade tidur yah?” pinta ibunya.
          “disini dingin ma, ade kedinginan ma” keluh anak itu.
          “ade peluk mama aja yah? Biar ade nggak kedinginan lagi” dirasakan badan anaknya mengigil kedinginan karna hujan yang turun sangat deras, dilihatnya wajah anaknya pucat karna kedinginan lalu dia memeluk badan anaknya yang dingin sedingin es itu. Tersirat diwajahnya rasa sedih yang mendalam melihat anak satu-satunya itu kedinginan karna udara angin malam yang begitu menusuk, diperhatikan wajah anaknya yang telah terpejam bersama kkedinginan dimalam itu.
          “Maafkan ibu anak ku, ibu tidak bisa member yang terbaik untuk kamu. Kita jadi tidur dipinggiran toko seperti ini karna ibu tidak mampu membayar kontrakan rumah kita lagi. Ibu sedih nak ngelihat kamu seperti ini, seandainya saja ayahmu masih ada pasti kita tidak seperti ini” keluh wanita itu sambil mengelus-elus kepala anaknya itu. Teringat kembali saat keluarganya masih utuh, mereka mempunyai rumah, anaknyapun hidup tercukupi. Namun semua musnah begitu saja saat suaminya menjadi amukan massa karna salah paham, suaminya meninggal saat melintasi jalan yang sedang terjadi pertikaian karna suaminya dikira orang dari salah satu kelompok yang sedang bertikai itu. Air mata wanita itu mulai berlinang mengingat semua kejadian itu, disitulah awal dari kehancuran rumah tangganya. Suami meninggal, keuangan mulai menipis sampai akhirnya harus menjual semua yang ia miliki untuk menghidupi anaknya yang semata wayang itu sampailah dia berada ditempat yang ia tiduri bersama anaknya dimalam ini. Laut-laut dia mulai terpejam sambil memeluk anaknya yang dingin membeku karna udara malam itu.
          Wanita itu terbangun karna sebuah sinar menyinari wajahnya, matahari begitu terang dipagi itu.  Mengantikan dinginnya malam yang semalam hujan begitu derasnya, namun titik-titik hujan masih terlihat diatas atap ruko-ruko yang ia tiduri semalam. Segera ia membangunkan anaknya sebelum ia diusir oleh pemilik toko yang ingin membuka tokonya.
          “nak bangun, sudah pagi” pinta wanita itu pada anaknya. Namun anaknya tidak bergerak sedikitpun.
          “nak ayo bangun sebelum kita diusir sama pemilik toko ini, kita cari makan yah pagi ini nak” pinta wanita itu sekali lagi pada anaknya. Namun tidak ada reaksi apa-apa dari anaknya itu. Diguncang-guncang badan anaknya yang kecil lunglai dan lemah itu namun tidak ada reaksi dari anak itu, hanya dingin yang terasa dari badan anaknya itu. Sampai pada saat wanita itu teriak dengan kerasnya, dan orang-orang yang lewat dihadapannya menghampirinya untuk melihat apa yang terjadi dengan wanita itu. Wanita itu tidak bisa berkata apa-apa lagi karna yang sekarang di lihatnya adalah sesosok tubuh kecil, dingin yang dia cintai telah pergi meninggalkannya seperti suaminya dulu. Udara pagi saat itu berbeda dengan perasaan hatinya, sekarang dia telah sendiri dan ditinggalkan anak dan suaminya yang ia sayangi.

0 komentar:

go-top

Posting Komentar




Follower

Labels

My Video

 
 

Rock 'N Roll Girl | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top