Hello, welcome to my blog. Disini kamu-kamu bisa ngebaca tentang tulisan aku, dari kehidupan ku sehari-hari, kesukaan ku, pokoknya semuanya deh numpuk jadi satu disini. Pokoknya buat kalian yang udah ngebuka and ngebaca my blog thank’s yah atas kunjungannya.

Rabu, 19 September 2012

Realita Anak Penjual Koran

| |

          Dalam kehidupan ini banyak realita kehidupan yang terjadi, apa lagi di kota metropolitan dan maju seperti di Samarinda. Salah satu cerita yaitu tentang anak-anak penjual koran yang berada di simpangan lampu merah, jika dilihat sangat ironis emank anak-anak seumur itu harus berjuang menjual koran demi mendapatkan beberapa lembar uang. Seperti waktu itu, saat Q melewati jalanan tepian mahakam tepatnya di depan Islamic Center. Dari jauh aku lihat ada sesosok anak laki-laki kira-kira kelas 4 SD menyetopin mobil atau motor di depan Islamic Center, tapi belum ada satu pun yang stop. Aku stop didepan anak itu, dan anak itu mendekati aku
          "ka ikut yh?"
          aku jawab "kamu mau kemana?"
          dia jawab "aku mau ke muara ka"
          aku tanya "muara itu dimana?"
          dijawabnya "disimpangan situ aja ka" akhirnya aku ajak tu anak.
          Di jalan anak itu tanya "kk mau kemana?"
          aku jawab "aku mau ke Juanda, ke Pusda"
          dia jawab "aku ikut ke Juanda aja ka"
          aku tanya "loh nggak jadi ke muara?"
          dia jawab "ng ka, ke Juanda aja" akhirnya aku belokkan motor ku ke kiri menuju arah Antasari. Sepnjang jalan aku tanya
          "kamu ng sekolah?"
          dia jawab "sekolah ka"
          "sekolahnya kapan?"
          "pagi"
          "berarti nii pulang sekolah?"
          "iya ka"
          "orang tua mu masih ada?"
          "ada ka"
          "bapak mu dimana?"
          "dirumah ka tidur"
          "rumah mu dimana?"
          "diseberang ka"
          "ke Islamic naik apa?"
          "sama kaya gini ka ikut orang" dalam hati aku jawab ya ampun siang-siang panas kaya gini anaknya disuruh kerja bapakx tidur dirumah. Cuma aku nggak mau suudzon, aku berfikir positif aja mungkin bapakx kerja malam makax siang tidur. Pas didepan toko aku tanya ama dia
          "kamu mau minum?"
          "iya ka"
          "ya udah aku beli dulu yh, mau minum apa?"
          "sembarang aja ka" karena ng tega ama tu anak dh kurus, siang-siang harus panas-panasan jualan koran di simpangan akhirnya aku belikan susu biar ada tenaganya. Sampai Juanda dia stop dan melanjutkan lagi perjalanannya untuk berjuang mencari uang. Sungguh miris lihatnya, seharusnya anak seumur itu hanya tau sekolah dan main nii harus bekerja mencari uang. Zaman aku seumuran dia aja taunya sekolah dan main, apa yg ku minta hari itu harus diturutin. Jangankan aku kecil, aku udah gede gini aja udah lulus kuliah orang tua ku selalu tanya "ada uang kh? uangnya masih kh? kalo habis bilang yh". Padahal bagi mereka dijalanan itu bahaya banget buat anak-anak seumuran mereka, seumur mereka aja aku dilarang untuk menyebrang jalanan sendirian. Sungguh hebat banget perjuangan anak-anak itu untuk kehidupannya.

0 komentar:

go-top

Posting Komentar




Follower

Labels

My Video

 
 

Rock 'N Roll Girl | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top