:: Gambar Hanya Ilustrasi ::
Sebenarnya aku juga nggak tahu ini hanya cerita-cerita orang tua zaman dulu atau mitos atau sebuah kenyataan, yang jelas mama ku sering cerita bahwa di suatu daerah di Kalimantan Timur itu ada gua peninggalan Jepang yang menyimpan harta karun. Dari dulu mama sering cerita kalo di gua itu banyak harta karunnya, Cuma setiap orang yang mencoba untuk mengambil harta itu orang-orang itu pasti meninggal. Kenapa tempat itu menyimpan harta karun dan setiap orang yang mencoba untuk megambilnya meninggal itu semua ada sejarahnya.
Jadi ceritanya dulu zaman penjajahan
Jepang, wilayah itu di duduki oleh Jepang. Namun pada saat Jepang Hiroshima dan
Nagasaki di bom oleh sekutu mau tidak mau seluruh tentara Jepang disuruh
kembali ke negaranya untuk memperbaiki negaranya, mau tidak mau tentara Jepang
pulang dengan tidak membawa semua harta mereka di wilayah situ. Oleh Jepang
semua harta tersebut dimasukkan kedalam sebuah gua, lalu salah satu tentara
Jepang menanyakan kepada rakyat pribumi apa kah mengiginkan harta tersebut? Rakyat
pribumi pun mengiyakan untuk memiliki semua harta tersebut. Tentara Jepang pun
berkata kepada orang pribumi tersebut “Qm boleh memiliki semua harta tersebut,
Qm harus menjaganya sampai mati” dan orang pribumi ini mengiyakan semua
perkataan Jepang tersebut. Lalu tentara Jepang ini menyuruh orang pribumi itu
memasuki goa tersebut untuk mengambil semua hartanya yang telah diberikan oleh
Jepang, saat orang pribumi memasuki gua itu tentara Jepang ini menutup gua
tersebut dan orang pribumi pun terkubur mati didalam gua tersebut beserta
harta-hartanya. Katanya di dalam gua tersebut tertinggal harta Jepang dan
pedang samurai yang panjang, kenapa
setiap orang yang mengiginkan harta tersebut itu akan mati karena orang pribumi
itu disuruh oleh Jepang untuk menjaga harta tersebut yang telah dikasihkan
kepada dia sampai dia mati. Jadi setiap ada yang mengiginkan harta tersebut
mereka akan mati karena telah dijaga oleh orang pribumi itu sampai akhir dunia.
Sebenarnya cerita ini hanya cerita dari
orang tua-orang tua zaman dulu, untuk kenyataannya juga tidak pernah ada yang
tahu apa kah ini nyata atau hanya dogeng orang tua saja.







0 komentar:
Posting Komentar